definisi brand :
Brand bukan sekedar logo atau nama perusahaan Anda, melainkan
image atau persepsi seseorang tentang produk atau perusahaan Anda.
Brand adalah kombinasi lengkap dari asosiasi yang orang bayangkan ketika mendengar sebuah nama perusahaan atau produk.
Brand adalah adalah segala
sesuatu yang terkait dengan perusahaan, produk, atau layanan – semua
atribut, baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Ini adalah apa yang
harus Anda perjuangkan, apa yang harus Anda lakukan, katakan dan
tampilkan ke depan publik.
brand yang baik :
1. Sesuai target pasarnya
Sesuaikan nama brand anda pasar yang anda bidik. Cari tau siapa
mereka dan apa yang mereka sukai. Misalnya, jika anda ingin bikin salon
dengan target: Perempuan Muda, Feminim, Fashion Trendy,
Mid-Class.
Kira kira manakah nama salon yang paling cocok untuk itu:
Salon JOKO, Salon LISA, atau Salon Angelina?
2. Terasosiasi oleh Differensiasi
Ini artinya adalah ketika mendengar merek anda, orang langsung ‘ngeh’
tentang perbedaan dan sesuatu yang spesial dari produk anda. Contohnya:
“Oseng Mercon”, ini terasosiasi dengan pedas yang wuiihhh, meledak!!!
Atau “Kaos Emas” orang akan terasosiasi dengan kaos hitam bertinta emas.
3. Usahakan hindari Singkatan Konsonan
Selain sukar diingat, singkatan konsonan juga sukar terasosiasi oleh
produknya. “Yuk kita ke toko bunga DMC…!” Ternyata setelah sampai di
sana berjejer toko bunga DCM, MDC, CMD….aduh..pusing deh. mana yang
bener nih? Lalu bagaimana dengan HSBC, BCA? Nama singkatan HSBC dan BCA
itu dibuat setelah bank tersebut terkenal dan besar. Dulunya tidak. Lagi
pula, bisnisnya memang unik, produk yang tidak mudah ditiru oleh orang
banyak. Berapa banyak sih yang punya kesempatan mendirikan bang semacam
itu?
3a. Hindari Juga ANGKA
Hampir sama dengan singkatan konsonan, angka lebih sulit diingat dan
juga tidak terasosiasi dengan produknya. Bakpia Patok 75,25,625,65: yang
mana nih yang jadi pionir? Lha, Es Teler77 kok tetap nomor 1 ya? Iya,
karena dia tidak punya saingan yang setara….
4. Bikin Aneh atau Nyeleneh!
kalau saya sebut suatu produk seperti ‘rawon’; apa yang langsung ada
dibenak anda? Yup betul: “Rawon Setan!”. Meskipun anda belum pernah tau
di mana dan belum pernah mencicipinya, tapi namanya sudah kemana-mana
karena nyeleneh dan aneh. Seperti juga “Soto Gebrak” yang sangat menarik
karena ada ritual menggebrak meja sebelum disajikan. Tidak harus
sesuatu yang berkonotasi negatif lho yang disebut nyeleneh itu. Bisa
saja anda bikin atau buka warung “Rawon Malaikat” disebelah rawon setan.
Kemudian bikin tag line besar “Pilih Surga apa Neraka?”
Hehehehehe…..laris tuh.
5. Mudah Diucap atau Diingat
Coba deh baca 10 kali dengan cepat:
cengkirengcengcongrikker
<—– saya jamin keriting deh lidahnya…hahahaha. Mudah diingat itu
dapat berupa nama brand yang terdiri dari 2 sampai 4 suku kata yang
tidak bertabrakan 2-3 konsonan bersamaan.
KaosEmas lebih baik dari pada
KaoSSPort < meski sama-sama 4 suku kata, tapi pada “Kaossport” ada SSP ini konsonan berurutan. Contoh baik: Nike, Adidas, Nokia dsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar